Senin, 11 Oktober 2010

Perkembangan Basis Data


PERKEMBANGAN BASIS DATA

Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengantar Basis Data




 
Nama               : Dalila Nurqifthiyyah

Kelas               : 2DA01

NPM               : 44209587

Fakultas           : Ekonomi

Jurusan            : Akuntansi (D III)


UNIVERSITAS GUNADARMA
SEPTEMBER 2010


Pendahuluan
Awalnya sistem pemrosesan basis data terbentuk setelah masa sistem pemrosesan manual dan sistem pemrosesan berkas. Sistem pemrosesan manual (berbasis kertas) adalah system pemrosesan yang menggunakan file berisi rekaman yang kemudian disimpan pada rak-rak berkas. Lalu jika file tersebut diperlukan, kita harus mencari file tersebut dirak tempat kita menyimpan berkas tersebut. Hal semacam ini masih banyak kita jumpai dikehidupan sehari-hari.

Ketika awal penerapan sistem komputer, masing-masing rekaman disimpan pada file yang masing-masing terpisah. System ini disebut dengan system pemrosesan file tradisional. Jika dibandingkan dengan pemrosesan manual, system ini memiliki kelibihan yaitu dalam hal kecepatan dan keakuratan datanya. Tetapi system ini juga memiliki kelemahan yaitu system ini masih didasarkan pada kebutuhan individu pengguna bukan individu sejmlah pengguna. Setiap ada kebutuhan baru dari seorang pengguna, kebutuhan tersebut segera diterjemahkan ke program komputer. Hasilnya, setiap program aplikasi melukiskan data tersendiri. Sementara ada kemungkinan data yang sama juga terdapat pada berkas-berkas lain.
Dibawah ini adalah kelemahan system file tradisional, yaitu :
·         Kemubaziran data atau dupliasi data
·         Keterbatasan berbagi data
·         Ketidakkonsistenan data/kurangnya integritas
·         Kekurangluwesan

Dan sekarang jika kita melihat perkembangan basis data sekarang ini sangatlah menonjol. Banyak perusahaan yang menggunakan pemrosesan secara manual beralih menggunakan basis data. Hal ini dikarenakan dalam pemrosesan basis data dapat mempercepat pemerolehan informasi dan juga dapat meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Sehingga banyak perusahaan yang mengandalkan perangkat basis data ini.
Pembahasan
            Sejak tahun 1960 penggunaan basis data sudah digunakan dalam bidang komersial tetapi pemrosesanya masih berbasis file tradisional. Dan kemudian awal tahun 1970 sampai awal tahun 1980 manajemen file tradisional berubah menjadi manejemen basis data. Dari sanalah awal mula perkembangan komputer yang juga diikuti oleh perkembangan perangkat lunak untuk aplikasi bisnis. Terdapat beberapa model yang dapat digunakan untuk mendeskripsikan sebuah data yang dikenal dalam manajemen basis data untuk merancang suatu basis data. Dalam manajemen ini dapat memungkinkan data diakses secara bersamaan oleh banyak user. Fasilitas yang dimiliki oleh manajemen pun sudah semakin banyak yaitu antara lain fasilitas pemanipulasi data, recovery data, control konkurensi data, keamanan data. Fasilitas ini juga didukung dengan fasilitas komunikasi data karena manajemen ini sudah terhubung dengan suatu jaringan.

Kini manajemen basis data berubah menjadi manajemen basis data tingkat lanjut dikarenakan perkembangan dunia usaha yang semakin meningkat dan ditunjang dengan perkembangan komunikasi yang mempermudah organisasi atau perusahaan untuk mengakses data. Manajemen basis data tingkat lanjut juga memfasilitasi data warehousing dan fasilitas basis data berbasis web yang juga merupakan salah satu strategi organisasi dalam meningkatkan kinerja dan keuntungan organisasi.

Basis data dapat didefinisikan sebagai kumpulan informasi bermanfaat yang diorganisasikan dalam tata cara khusus. (Chou, 1987). Sedangkan menurut Fabbri dan Schwab (1992), basis data adalah sistem sistem berkas terpadu yang dirancang terutama untuk meminimalkan pengulangan data. Basis data dapat dianggap sebagai tempat untuk sekumpulan berkas data terkomputerisasi. Jadi sistem basis data pada dasarnya adalah sistem terkomputerisasi yang tujuan utamanya adalah memelihara informasi dan membuat informasi tersebut tersedia saat dibutuhkan. Sedangkan menurut Date (1995), basis data dapat dianggap sebagai tempat untuk sekumpulan berkas terkomputerisasi.

Pengguna sistem basis data dapat melakukan berbagai operasi, antara lain:
  • Menambahkan file baru ke sistem basis data
  • Mengosongkan berkas
  • Menyisipkan data ke suatu berkas
  • Mengambil data pada suati berkas
  • Mengubah data pada suatu berkas
  • Menghapus data pada suatu berkas
  • Menyisipkan suatu informasi yang diambil dari sejumlah berkas

Evolusi Teknologi Basis Data
Perkembangan teknologi basis data tidak lepas dari perkembangan teknologi komputer, baik pada perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software)nya. Perkembangan teknologi jaringan komputer dan komunikasi data merupakan salah satu penyumbang kemajuan penerapan basis data yang kemudian melahirkan sistem basis data terdistribusi. Dampak perkembangan ini tentu saja dapat dirasakan dalam kehidupan kita. Perkembangan pada dunia perangkat lunak, juga mempengaruhi perkembangan basis data, sehingga lahirlah basis data berorientasi objek dan basis data cerdas. Tabel berikut ini memperlihatkan perkembangan teknologi basis data.
Era
Perkembangan Basis Data
1960-an
-     Sistem pemrosesan berkas
-     DBMS
-     Layanan informasi secara online berbasis manajemen teks
1970-an
-     Penerapan sistem pakar pada suatu sistem pendukung pengambilan keputusan
-     Basis data berorientasi objek
1980-an
-    Sistem hyperteks, yang memungkinkan untuk melihat basis data secara acak menurut suatu kunci (seperti yang diterapkan di internet)
1990-an
-     Sistem basis data cerdas
-     Sistem basis multimedia cerdas

Tujuan Akhir menggunakan Datawarehouse :
• Menyediakan data organisasi yang mudah diakses oleh manager.
• Data yang berada di datawarehouse bersifat konsisten, dan merupakan kebenaran.
• Datawarehouse merupakan tempat, dimana data yang telah digunakan di publikasikan.
• Kualitas data di datawarehouse dapat diandalkan.


Active database

Basis data aktif yang juga disebut Active Database adalah suatu sistem basis data yang tidak hanya menyimpan data tetapi juga dapat melakukan suatu aksi tertentu terhadap sebuah event dengan menambahkan suatu elemen dinamis dan memiliki kemampuan memantau event untuk mendeteksi ketika data tertentu dimasukkan, dihapus, diubah, atau dipilih kemudian secara otomatis mengeksekusi suatu aksi sebagai respon dari event yang terjadi dan kondisi tertentu terpenuhi. Basis data aktif merupakan aspek prosedural dari keseluruhan lingkungan yang dikelola oleh basis data dan terdeklarasi eksplisit. Beberapa hal yang perlu diperhatikan yang menjadi sifat dari tingkah laku rule dalam sebuah basis data aktif yaitu :

a.         Termination, suatu eksekusi dari aksi dapat menyebabkan terjadinya event yang lain dan bisa jadi event ini merupakan rule lain yang dijalankan. Apabila tidak ada suatu kondisi terminal, maka hal ini akan terus berulang menjadi loop tanpa akhir.

b.         Priority, jika beberapa rule di-trigger oleh event yang sama, maka harus dieksekusi berdasarkan urutan rule-nya.

c.         Error handling, jika eksekusi dari rule menghasilkan error maka sistem harus bisa menangani.

Basis data aktif sebagai basis data dengan rule memiliki beberapa ciri-ciri tertentu, antara lain:

1.Secara alami bersifat algoritmik

2. Kondisi yang ditetapkan adalah data pengguna

3. Deskripsi kerjanya adalah mengubah dan meng-query data oleh pengguna sesuai dengan rule yang dijalankan.

4. Output yang ditentukan secara lengkap oleh spesifikasi dari query/perubahan yang dilakukan. Fasilitas-fasilitas yang dimiliki oleh basis data aktif antara lain logika pengolahan ada di dalam database dan dikelola oleh DBMS dan tidak dikelola oleh program aplikasi, bentuk monitoring event dan kondisi yang mempengaruhi data disediakan oleh DBMS, serta sarana untuk men-trigger logika ada di dalam DBMS




Perbedaan Basis Data Aktif dan Pasif

Sistem basis data konvensional disebut basis data pasif dalam arti manipulasi data bisa dijalankan oleh database hanya dengan perintah yang diberikan langsung oleh pengguna atau program aplikasi yang terletak di luar basis data. Sedangkan basis data aktif merupakan pengembangan dari database yang memindahkan sifat reactive program ke dalam database.
Salah satu contoh fungsi yang secara efisien dapat dilakukan oleh basis data aktif, akan tetapi di dalam basis data pasif harus diprogram di dalam aplikasi adalah integrity constraint dan triggers. Basis data pasif memiliki keterbatasan untuk mengontrol bentuk-bentuk integrity constraint seperti adanya data tertentu yang harus memenuhi nilai unik atau beberapa data yang harus berisi keterhubungan dengan data lain. Selain itu pada penggunaan triggers pada basis data pasif, jika terjadi perubahan pada konstrain atau triggers itu sendiri maka harus bisa menemukan dan memodifikasi program atau kode yang relevan di setiap aplikasi. Sedangkan pada basis data aktif, memiliki kemampuan untuk mengontrol integrity constraint pada keseluruhan database dan penggunaan triggers yang mampu menjalankan suatu aksi ketika mendeteksi suatu kejadian tertentu tanpa mencari kode-kode yang relevan pada program aplikasi untuk ikut diubah.


KESIMPULAN
Dari pembahasan mengenai pengantar basis data dapat dibuat suatu kesimpulan yakni perkembangan basis data sudah sangat berkembang. Dimulai dari system pemrosesan manual berkembang menjadi system pemrosesan file tradisional yang menggunakan manajemen file tradisional kemudian berkembang lagi menjadi manajemen basis data. Perkembangan tersebut diikuti oleh perkembangan computer dan perkembangan perangkat lunak untuk aplikasi bisnis.

Pengguna system basis data juga memiliki berbagai keuntungan, antara lain yaitu dapat menambahkan file baru ke system basis data, menyisipkan, mengambil dan mengubah data pada suatu berkas.

Basis data pun mengalami evolusi mulai dari tahun 1960 yang menggunakan system pemrosesan berkas, kemudian 1970 yang menerapkan system pakar pada suatu siste pendukung pengambilan keputusan. Tahun 1980 yang menggunakan system hyperteks yang memungkinkan unuk melihat basis data secara acak menurut suatu kunci. Dan kemudian tahun 1990 yang menerapkan system basis data cerdas dan system multimedia cerdas.

Terdapat perbedaan antara system basis data aktif dan pasif yaitu basis data aktif merupakan pengembangan dari database yang memindahkan sifat reactive program ke dalam database. Salah satu contoh fungsi yang secara efisien dapat dilakukan oleh basis data aktif, akan tetapi di dalam basis data pasif harus diprogram di dalam aplikasi adalah integrity constraint dan triggers. Basis data pasif memiliki keterbatasan untuk mengontrol bentuk-bentuk integrity constraint seperti adanya data tertentu yang harus memenuhi nilai unik atau beberapa data yang harus berisi keterhubungan dengan data lain. Selain itu pada penggunaan triggers pada basis data pasif, jika terjadi perubahan pada konstrain atau triggers itu sendiri maka harus bisa menemukan dan memodifikasi program atau kode yang relevan di setiap aplikasi. Sedangkan pada basis data aktif, memiliki kemampuan untuk mengontrol integrity constraint pada keseluruhan database dan penggunaan triggers yang mampu menjalankan suatu aksi ketika mendeteksi suatu kejadian tertentu tanpa mencari kode-kode yang relevan pada program aplikasi untuk ikut diubah.













DAFTAR PUSTAKA
  • http://nilamahandika.blogspot.com/2010/06/perkembangan-basis-data-saat-ini-dan.html
  • http://trista-dears.blogspot.com/2010/05/perkembangan-basis-data-saat-ini.html
  • http://hasrulbakri.wordpress.com/2010/02/18/pengantar-basis-data

1 komentar:

Ichwana mengatakan...

terima kasih atas infonya..
kunjungi juga http://elektro.unand.ac.id
terima kasih

http://doichwana.blogspot.com

 

Qfthy's Blog Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template